KRjogja.com - YOGYA - Sebagai upaya fasilitasi pendidikan tinggi yang layak bagi mahasiswa dan perwujudan amanat dari peraturan dan perundang-undangan terkait pendidikan tinggi, Kemendikbudristek menyelenggarakan Program Bantuan Inovasi Pembelajaran dan Teknologi Tahun 2023. Proram ini sejalan dengan undang-undang nomor 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi diketahui merupakan kegiatan sistemik guna meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi secara berencana dan berkelanjutan.
"Dalam implementasi penggunaan perangkat tersebut tujuannya untuk menguatkan terkait sinergi pembelajaran. Karenanya tidak menutup kemungkinan adanya audit, apakah program ini berhasil dan bermanfaat atau tidak. Oleh karenanya mohon masukannya terkait dengan kebermanfaatan program ini," ujar Joko Santoso, Koordinator Keuangan Program Penguatan Sinergisme Inovasi Pembelajaran Dikti, Selasa (5/12/2023).
Universitas Alma Ata Yogyakarta (UAA) yang didaulat memegang amanah program ini merasa bangga karena telah dipercaya. Sehingga kedepan UAA diharapkan bisa lebih berkiprah dalam pengembangan mutu Pendidikan Tinggi.
"Sebagai pimpinan UAA Yogyakarta, saya berterimakasih kepada Kemendikbudristek karena telah menunjuk kampus ini sebagai 'host' dari program ini. Kepercayaan ini tentu menjadi anugerah bagi kami sekaligus tantangan untuk terus berinovasi dan mengembangkan ilmu sesuai perkembangan zaman," ujar Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta, Prof. dr. H Hamam Hadi, MS, Sc.D, Sp.GK, Rabu (25/10/2023).
Melalui program ini diharapkan dapat mempercepat upaya peningkatan mutu layanan pendidikan bagi mahasiswa di perguruan tinggi serta menggali inovasi para dosen dalam penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi yang inklusif. Sehingga interaksi dosen dan mahasiswa bisa terintegrasi dengan bantuan perangkat teknologi.
"Dengan terintegrasi perangkat teknologi dan sistem informasi, meningkatkan interaksi dosen dengan mehasiswa. Misalnya untuk melaksanakan praktik kerja maupun industri, implementasi merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Selain itu belajar dalam smart classroom diharapkan mahasiswa lebih kreatif, inovatif dan lebih antusias mengikuti proses pembelajaran. Sebab, di era disrupsi ini, menuntut institusi kompak mempersiapkan diri, berinovasi dan semakin kompetitif," jelas Irvan Yuliastono, Ketua Tim Koordinator Program Penguatan Sinergisme Inovasi Pembelajaran Dikti.
Sementara itu PT Dua Kawan Sejahtera Indonesia (DKSI) yang menjadi mitra Dikti dalam penyaluran perangkat ini mengapreasi ditunjuknya UAA menjadi 'penggerak' program ini. Diharapkan kerjasama keberlangsungan program ini bisa dirasakan oleh UAA dan perguruan tinggi lainnya.
"Kami dipercaya oleh Dikti dalam menyalurkan perangkat ini untuk digunakan oleh perguruan tinggi yang ditunjuk dalam program penguatan sinergisme inovasi pembelajaran. Karenanya kami berharap keberlangsungan kerjasama ini memberi manfaat untuk semua," pungkas Fuzi Fauzia, Operational Director PT DKSI. (*)
Editor: Danar W
https://www.krjogja.com/kampus/1243441582/penguatan-sinergisme-inovasi-pembelajaran-guna-mewujudkan-lulusan-perguruan-tinggi-yang-handal